LEMBURSITU— Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Sukabumi mengklaim, angka putus sekolah (APS) di Kota Sukabumi minim. Pasalnya, berbagai program intervensi yang telah dilakukan pemerintah telah menekan angka putus sekolah tersebut .
Informasi yang dihimpun Radar Sukabumi, pada tahun 2017, hanya ada dua orang Siswa putus Sekolah di tingkat Sekolah Menengah pertama (SMP) dan 12 Siswa putus Sekolah di tingkat Madrasah Tsanawiyah (MTS) ada 12 Siswa putus sekolah.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Sukabumi, Dudi Fathul Jawab mengungkapkan, jika mengacu pada laporan sekolah, hingga saat ini angka APS terebut relatif minim, bahkan nyaris tidak ada.
“Dari laporan pihak sekolah, tidak ada anak yang putus sekolah apalagi kalau penyebabnya biaya. Karena memang, tidak sedikit program yang telah dirancang pemerintah untuk meminimalisir APS Itu,” ungkapnya kepada Radar Sukabumi, belum lama ini.
Salah satu program yang digulirkan oleh Pemerintah Kota Sukabumi untuk menekan angka APS itu antaralain, mengefektifkan sekolah formal dengan bantuan Kartu Cerdas dan memaksimalkan keberadaan sekolah non formal seperti Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM).
“Jadi kalaupun putus di sekolah formal dengan berbagai faktor alasan, PKBM bisa menampungnya. Sehingga kami (Dinas P dan K) terus menekan nya dan mengupayakan bagaimana anak-anak belajar,” ungkapnya.
radarsukabumi: Disdik Klaim APS Nihil
