RADARSUKABUMI.com, CIKEMBAR— Tingginya jumlah bencana yang terjadi di Kabupaten Sukabumi membuat logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi kritis.

Bahkan stok logistik yang disimpan didalam gudang kian menipis. “Akibat seringnya terjadi bencana alam, maka BPBD Kabupaten Sukabumi kehabisan stok kebutuhan dasar untuk korban bencana,” jelas Kepala Seksi (Kasi) Kedaruratan BPBD Kabupaten Sukabumi, Eka Widyaman kepada koran ini, kemarin (13/12).

Selama 2018 sambung Eka, bencana alam yang kerap terjadi di wilayah Kabupaten Sukabumi merupakan bencana banjir dan longsor. “Bahan material yang saat ini tersisa hanya 500 buah karung dan 20 bronjong. Sementara, bantuan lainnya sudah habis,” katanya.

Jumlah stok material tersebut, ujar Eka, diperkirakan hanya untuk memenuhi 10 Kepala Keluarga (KK). Untuk itu, saat ini BPBD tengah berupaya meminta bantuan logistik kepada pemerintah Provinsi Jawa Barat dan pemerintah pusat.

“Saat ini, ada 17 kecamatan yang belum dikirim bantuan logistik. Bahkan, beberapa hari yang lalu Pak Bupati Sukabumi telah menyatakan, bahwa dari 47 kecamatan yang ada di Kabupaten Sukabumi ini, terdapat 17 kecamatan yang masuk dalam kategori darurat bencana banjir dan longsor.

Untuk memenuhi kuota tersebut, makanya BPBD tengah mengusulkan bantuan logistik kepada pemerintah terkait,” bebernya.

Dari berbagai macam bencana alam, papar Eka, bencana longsor dan banjir lebih berpotensi terjadi saat musim hujan. Pasalnya, pergerakan tanah akibat dorongan air hujan lebih mungkin terjadi.

“Tanah itu lebih mudah bergeser saat hujan. Ditambah lagi kondisi tanah yang memang rawan pergeseran,” imbuhnya.

Untuk itu, ia menghimbau kepada seluruh warga Kabupaten Sukabumi untuk meningkat kewaspadaan selama musim hujan berlangsung utamanya yang bermukim di daerah rawan banjir dan longsor.

“Kewaspadaan ini bagi masyarakat yang tinggal di daerah dataran rendah, khususnya di sekitar dekat bantaran sungai serta warga yang bermukim disekitar perbukitan atau ketinggian,” pungkasnya. (den/d)

radarsukabumi: Logistik BPBD Kritis