NYALINDUNG — Asep (30), orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) di Kampung Puncakhaur, RT 1/1, Dusun Cicalobak, Desa Neglasari, Kecamatan Nyalindung kembali membuat resah. Setelah membakar rumah saudaranya pada Januari lalu, kini ia merusak mobil dan juga melukai warga sekitar. Khawatir melakukan aksi yang lebih resah lagi, ia sekarang dibawa ke RSUD Samsudin, Kota Sukabumi.

Seperti diketahui, Asep mengalami gangguan jiwa setelah cerai bersama isterinya pada beberapa tahun silam. Semenjak itu, ia kerap melakukan aksi yang membuat warga dan juga keluarganya resah. Selain aksi anarkis kepada dirinya sendiri, Asep juga tak segan melukai orang lain. Sehingga tak heran banyak warga yang mengalami luka-luka akibat ulahnya itu.

“Sekarang dia berulah dengan memecahkan kaca mobil. Bahkan ia juga melukai dirinya sendiri,” ujar Kapolsek Nyalindung AKP Endah Sriwigiarti melalui Bhabinkamtibmas Desa Neglasari, Bripka Sutrisno kepada Radar Sukabumi, kemarin (10/3).

Meskipun aksinya ini cukup membahayakan, namun beruntung belum sampai memakan korban jiwa. Hanya saja, aksi pria ini menyebabkan ketakutan dan kerugian materi. “Ada warga yang terluka akibat lemparannya. Jadi perilakunya ini membuat warga ketakutan,” imbuhnya.

Beberapa bulan lalu, Asep sempat dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan pengobatan. Namun setelah ke luar, penyakitnya itu kambuh. Ia kembali melakukan hal-hal yang membahayakan. “Sekarang dia dibawa ke rumah sakit Bunut untuk diobati. Mudah-mudahan saja sembuh, kasihan keluarga dan juga warga sekitarnya,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua RT setempat, Dadang (50) mengatakan, aksi Asep ini bukan kali pertama membuat resah warga sekitar. Pada 28 Januari 2019 lalu, ia meledakan dua tabung gas di rumah keponakannya sehingga menyebabkan kebakaran yang cukup hebat.

Beruntung saat itu, keluarganya bisa melarikan diri. “Nah sekarang melempari mobil hingga bagian kacanya pecah. Selain itu, warga juga banyak yang mengalami luka lebam setelah dilempari batu olehnya,” ujarnya.

Dadang menambahkan, warga Kedusunan Cicalobak, Desa Neglasari, sudah biasa melihat aksi Asep ketika mengamuk. Berdasarkan keterangan dari pihak keluarga, sudah hampir 5 tahun ia mempunyai riwayat gangguan jiwa. “Pak Asep ini mengalami gangguan jiwa setelah diceraikan istrinya. Semenjak itu, dia sering ngamuk-ngamuk seperti sekarang ini,” pungkasnya.

Dadang mengaku sering mendapat keluhan tentang keresahan dari warga atas aksi Asep ini. Ia khawatir warga sekitar hilang kesabaran menghadapi Asep sehingga terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. “Kami berharap pemerintah turut membantu pengobatannya. Kasihan juga dia dengan kondisi seperti sekarang. Terlebih lagi, warga di sini merasa resah dengan sikap Asep ini,” tandasnya. (Den/d)

loading…

radarsukabumi: Asep Kembali Ngamuk