WARUNGKIARA — Balai Latihan Kerja (BLK) Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Sukabumi memberikan pelatihan usaha berbasis kompetensi kepada masyarakat.
Kali ini masyarakat Desa Damarraja, Kecamatan Warungkiara yang mendapatkan pelatihan. Diharapkan setelah kegiatan ini kualitas dan produktifitas mereka meningkat.
Kepala UPTD BLK Disnakertrans Kabupaten Sukabumi, Ridwan mengatakan, pelatihan yang diberikan ini merupakan program dalam upaya pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) agar bisa berdaya guna dan berhasil guna.
“Outcome dari program ini adalah meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan menciptakan icon yang memiliki produk dengan daya jual tinggi di pasaran,” kata Ridwan kepada wartawan.
Lanjut Ridwan, program ini bersumber dari APBD 2019 dengan konsep Mobile Training Unit (MTU) yang dilaksanakan dilima desa di Kabupaten Sukabumi.
“Program pelatihan berbasis kompetensi ini tidak asal pelatihan. Namun memiliki skema dari lembaga sertifikasi profesi. Seluruh peserta dididik selama 16 hari agar mereka nantinya memiliki keinginan untuk membuka dunia usaha dibanding dunia kerja,” ujarnya.
Menurutnya, alasan Pemkab memilih Desa Damarraja adalah potensi yang dimiliki desa tersebut cukup memadai. Salah satunya adalah melimpah hasil pertanian singkong.
“Kami memberikan pelatihan agar masyarakat di desa ini bisa mengolah hasil pertanian singkong supaya menjadi produk yang memiliki nilai jual tinggi di pasaran. Seperti, dibuat menjadi roti dan kue atau juga makanan ringan lainnya,” imbuhnya.
Bukan hanya berupa pelatihan yang akan diberikan, tutur Ridwan, tetapi juga mereka akan dibantu dalam hal alat-alat produksi sesuai dengan kebutuhan.
“Tindak lanjut dari pelatihan ini tentunya harus didukung semua pihak. Sebab apapun program yang digulirkan tidak akan berjalan maksimal tanpa ada dukungan pihak lain terutama pihak kecamatan dan pemerintah desa setempat melalui Badan Usaha Milik Desa,” cetusnya.
Di tempat yang sama, Sekretaris Kecamatan (Sekmat) Warungkiara, Unang Suryana menuturkan, pihak kecamatan sangat mendukung dan sangat berterimakasih kepada Pemkab Sukabumi karena telah memprogramkan peningkatan kesejahteraan masyarakat di Desa Damarraja melalui pendidikan yang memberdayakan potensi unggulan lokal.
“Singkong ini apabila dijual tanpa diolah, hanya bernilai Rp1000 sampai Rp 1500 perkilogram. Namun ketika sudah diolah dengan sentuhan ilmu dan teknologi, keuntungannya akan berkali kali lipat. Bahkan hanya diolah sebagai keripik singkong saja bisa sampai sepuluh kali lipat keuntungan yang didapat,” tuturnya.
Ia berharap, ke depan ada bantuan dari semua pihak untuk mendukung program tersebut agar kesejahteraan masyarakat di desanya meningkat.
“Program ini mudah-mudahan bisa menjadi percontohan untuk desa-desa lainnya di kecamatan ini. Dan akan mendongrak ekonomi masyarakat Sukabumi secara umum,” harapnya.
Pejabat Sementara Kepala Desa Damarraja, Jaka SA menambahkan, pelatihan yang diberikan ini diharapkan dapat mendongkrak ekonomi masyarakat dan meningkatkan ilmu pengetahuan dalam membuat sebuah produk unggulan lokal dari bahan mentah hingga bahan jadi atau siap konsumsi.
“Saat ini yang mengikuti pelatihan sebanyak 20 orang dan akan dibuat menjadi beberapa kelompok nantinya. Kami berharap, masyarakat sebagai peserta bisa mengamalkan ilmu yang diperoleh di lingkungannya masing-masing, ” pungkasnya. (Bam/d)
loading…
radarsukabumi: BLK Latih Warga Desa Damarraja
