RSUD PALABUHANRATU — Dinilai tidak maksimal memberikan pelayanan maksimal, Jho Muksin (39) warga Kampung Mariuk, RT 2/RW 3, Desa Cidadap, Kecamatan Simpenan mengeluhkan pelayanan terhadap Pelayanan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi.
Peristiwa tidak mengenakan tersebut bermula saat anak Jho Muksin yang bernama Muhriz, 1,3 tahun yang mengalami sakit kejang-kejang di rumahnya pada Senin (25/3) sekitar pukul 07.00 WIB.
Begitu tahu anaknya kejang-kejang berkelanjutan, Muksin langsung bergegas ke RSUD Palabuhanratu.
Namun, saat ia tiba di UGD, pihaknya ditanya oleh petugas medis, bahwa anaknya yang sakit itu, mau dirawat menggunakan pelayanan umum atau BPJS.
“Waktu itu, saya memilih umum dan meminta kepada petugas untuk segera memberikan obat penurun panas.
Lantaran, dikhawatirkan anak saya mengalami kejang-kejang lagi. Apalagi, kondisi badannya masih panas dan lemas,” jelas Muksin kepada Radar Sukabumi, kemarin (26/3).
Namun, saat pihaknya meminta anaknya untuk diberikan obat penurun panas, petugas medis malah memberikan resep untuk membeli obat terlebih dahulu dan harus dibayar dengan uang cash di apotik.
loading…
radarsukabumi: Diinfus, Muhriz Malah Berdarah-darah
