RADARSUKABUMI.com — CIKOLE- Walikota Sukabumi, Achmad Fahmi mengaku masih mengupayakan menambah jumlah pegawai di untuk peningkatan kinerja di lingkungan Pemerintah Kota Sukabumi.
Namun karena terkendala moratorium dan pembatasan kuota, penambahan pegawai tidak sesuai dengan harapan. “Memang cukup sulit, karena memang jumlah yang di rekrut dibatasi. Kebutuhan masih cukup banyak dan tidak bisa dipenuhi secara cepat,”ujarnya.
Saat ini jumlah ASN di Kota Sukabumi terus menurun. Jika sebelumnya yang mencapai 6.000 berkurang menjadi 3.700 orang. Kondisi ini juga telah disampaikan ke pemerintah pusat.
” Persoalan ini sudah kami sampaikan pada Diklat Kemenpan beberapa waktu lalu. Persoalan ini dialami oleh seluruh kepala daerah di Jawa Barat, keluhan di daerah hampir sama semuanya,” jelasnya.
Sedangkan untuk penambahan tenaga harian lepas (THL) kata Fahmi, bukan menjadi solusi terbaik. Seharusnya bagaimana pemerintah pusat dalam hal ini Kemenpan RB turun untuk mengatasi kekuarangan ASN di daerah. “THL bukan solusi, solusinya Kemenpan RB harus turun tangan,” terangnya.
Fahmi memastikan, kekurangan ASN tidak berpengaruh terhadap kualitas sumber daya manusia. Namun, untuk pengisian posisi jabatan yang kosong diakuinya memang masih kurang. “Kalau dari sisi jumlah memang kurang tapi dari sisi kualitas Insya Allah tidak,”aku dia.
Sementara itu, Plt Sekda Kota Sukabumi, Saleh Makbullah menambahkan, mengenai pengisian jabatan, Sekda mengakui ada kendala. ASN yang memasuki pensiun mencapai 150 orang setiap tahun.
Sementara penerimaan CPNS belum mendapat kepastian. “Seleksi pertama baru lulus 76 orang untuk sesi kedua belum ada keputusan lagi, masih menunggu keputusan BKN dan Kemenpan RB,” ujarnya.
(Bal/d)
loading…
radarsukabumi: Kemenpan RB Diminta Turun Tangan
