RADARSUKABUMI.com — CIKOLE– Persatuan Sepabola Seluruh Indonesia (PSSI) Asosiasi Kota (Askot) Kota Sukabumi resmi menetapkan Samsizar menjadi ketua baru periode 2019-2023. Ia terpilih secara aklamsi pada sidang Konfrensi Luar Biasa (KLB) yang digelar disalah satu hotel di Kota Sukabumi, kemarin (23/1).

Pemilihan ketua PSSI Askot Kota Sukabumi ini disaksikan langsung ketua Komite Eksekutif (exco) PSSI Asprov Jawa Barat, Hikmat Nuristiawan. Samsizar berhasil menyakinkan 15 klub sepak bola yang berada di bawah naungan PSSI Askot Kota Sukabumi.

Dalam kesempatannya, Samsizar yang juga pengusaha tahu ini mengungkapkan, pasca terpilih menjadi ketua, Ia bersama tim akan melakukan perumusan program kerja. Dimana, yang paling mendasar adalah pembinaan atlet usia muda. “Kita akan persiapkan atlet dari usia 13, 15 dan 17 tahun. Dan kita pun akan persiapkan atlet untuk terjun di Porda yang akan datang,” ujar Samsizar kepada awak media.

Ia berharap pada masa kepemimpinannya, olahraga sepak bola di Kota Sukabumi semakin berkembang dan bisa bersaing dengan daerah lain. Apalgi, kontingen Kota Sukabumi selalu tersingkir pada babak penyisihan grup Porda Jawa Barat. “Kita ingin, nanti Kota Sukabumi bisa ikut tampil pada pertandingan sesungguhnya,” harapnya.

Sementara itu, mantan ketua PSSI Askot Kota Sukabumi yang kini menjadi ketua Komite Eksekutif (exco) PSSI Asprov Jawa Barat, Hikmat Nuristiawan menambahkan, tampilnya perwakilan Kota Sukabumi di Jawa Barat harus bisa dimanfaatkan dengan baik.

Ia meminta, pemain, pelatih hingga wasit asal Kota Sukabumi harus memiliki lisensi dan jam terbang. Sehingga Kota Sukabumi tidak hanya dipandang sebelah mata oleh daerah lain. “Saya siap bantu dan harus dimanfaatkan kesempatan ini,” tambah Sogong sapaan karib Hikmat Nuristiawan.

Dirinya berpesan, Samsizar dan kolega bisa bersinergi dengan pemerintah daerah dan berbagai unsur. Diharapkan dengan itu, PSSI Askot Kota Sukabumi bisa berkembang dengan baik.

“Lapangan Suryakencana sebagai salah satu fasilitas penunjang sepak bola bisa kita manfaatkan dengan meminta untuk dikelola. Akan beda rasa kecintaanya mengelola lapang, dibandingkan oleh cabor lain,”imbuhnya.

Tidak hanya itu, Ia pun mewarning agar PSSI mendudukan diri sebagai organisasi independen yang tidak terlibat politik praktis. “PSSI jangan samapi dibawa keranah politik, tidak baik,” pungkasnya.

(why)

loading…

radarsukabumi: Samsizar Pimpin Askot PSSI