RADARSUKABUMI.com,— PALABUHANRATU — Harga ikan layur di Sentra Pemasaran Ikan PPN Palabuhanratu, terus merangkak naik. Dalam sepekan terakhir, harga ikan tersebut naik dari Rp60 ribu menjadi Rp75 ribu per kilogram. Minimnya pasokan barang menjadi penyebab naiknya harga ikan bertubuh panjang ini.
Seorang pedagang, Nandi Ruswandi (36), warga Kampung Batusapi, Kelurahan/Kecamatan Palabuhanratu mengatakan, meski harga ikan layur mahal, namun tingkat penjualan ikan tersebut untuk ekspor ke luar negeri cukup tinggi. Bahkan para pedagang ini mampu memperoleh pendapatan Rp1 juta hingga Rp1,5 juta perhari.
“Harga layur terus naik, karena para nelayan belum bisa melaut lebih dari 10 mil akibat cuaca buruk angin barat,” jelas Nandi kepada Radar Sukabumi, kemarin (14/2).
Lebih lanjut ia menjelaskan, kenaikan harga ikan layur ini dipengaruhi oleh angin barat. Namun kondisi ini berbeda dengan harga ikan jenis lainnya yang saat ini harganya dinilai masih stabil dan tidak mengalami kenaikan.
Seperti harga ikan cumi Rp30 ribu perkilogram, tongkol Rp35 perkilogram, kakap Rp60 perkilogram, dan ikan eteman Rp30 ribu perkilogram.
“Dari semua ikan, hanya ikan layur yang mengalami kenaikan. Sementara ikan jenis lain harganya masih normal,” paparnya.
Di tempat yang sama, Diki (22), warga Kampung Cangehgar, Kelurahan/Kecamatan Palabuhanratu mengatakan, pihaknya membeli ikan layur dari para nelayan Rp75 ribu perkilogram dan kembali menjual ikan tersebut kepada para konsumen Rp80 ribu perkilogramnya.
“Saya hanya mengambil keuntungan Rp5 ribu dari perkilogram. Kenaikan harga ikan ini sudah berlangsung satu pekan terakhir,” katanya.
Seorang nelayan di peraian Pelabuhanratu, Asep (40) mengaku, sekali melaut mampu mampu menangkap ikan layur sebanyak 800 kilogram. Dari jumlah tersebut, Asep mendapat penghasilan Rp3 juta hingga Rp3.5 juta. “Ya, kalau pergi dari subuh dan pulang sore, saya bisa menangkap sampai 1 kwintal,” katanya.
Asep bersyukur harga layur terus naik. Pasalnya, selama teluk Palabuhanratu diterjang cuaca buruk, nelayan hanya mengandalkan ikan tersebut. “Kalau pada Januari, nelayan banyak yang tidak melaut karena ikan harga layur lagi jelek,” pungkasnya.
(Den/d)
loading…
loading…
radarsukabumi: Harga Layur Naik
