SUKABUMI — Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Sukabumi meningkat. Dinas Kesehatan (Dinkes) mencatat selama Januari 2019, terdapat 40 kasus DBD. Upaya menekan penyebarannya pun sampai saat ini terus dilakukan.
Informasi yang dihimpun Radar Sukabumi, dari 40 kasus itu, 17 diantaranta suspect dan 2 kasus lainnya chikungunya. Sementara pada tahun 2018 lalu, terdapat sebanyak 193 positif dan 91 suspect DBD.
Kabid Pengendalian Pencegahan Penyakit (P2P) Dinkes Kabupaten Sukabumi, Damayanti Pramasari melalui Wakil Supervisor Program P2 Arbovirosis, Joppy JR mengatakan, jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya kasus DBD ini mengalami peningkatan dimana pada Januari 2018 lalu tidak mencapai puluhan. “Ya memang diawal tahun ini mengalami peningkatan. Karena selama 2018 lalu tidak ada pasien DBD yang sampai meninggal dunia,” kata Joppy kepada Radar Sukabumi, kemarin (29/1).
Sebab itu, kendati kasusnya ditemukan mencapai puluhan, namun itu tidak sampai statusnya menjadi Kejadian Luar Biasa (KLB) karena tidak ada pasien yang meninggal dunia. “Di Kabupaten Sukabumi ini belum ada yang meninggal akibat kasus DBD,” ujarnya.
Menurutnya, kasus DBD ini kebanyakan ditemukan di wilayah Utara Kabupaten Sukabumi. Seperti Parungkuda, Cicantayan, Nagrak dan Kecamatan Cisaat. Sedangkan, wilayah lainnya yakni Gunungguruh, Sukaraja, Cikembar, Warungkiara, Palabuhanratu, Kebonpedes dan Kadudampit. “Memang puskesmas tersebut endemis penyakit menular DBD,” sahutnya.
Adapun penanganannya, sambung dia, Dinkes malakukan pencarian suspect infeksi dengue lainnya dan pemeriksaan jentik lokasi tempat tinggal penderita dengan radius 100 meter atau minimal 20 bangunan secara random. “Apabila ditemukan satu atau lebih penderita DBD atau tiga orang suspect infeksi dengue dan ditemukan jentik, maka itu sudah positif DBD. Sedangkan jika tidak ditemukan, itu tandanya negatif. Kalau positif, kami akan melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) DBD, larvasidasi, penyuluhan dan fogging dengan radius 200 meter. Sementara jika negatif, maka hanya akan dilakukan PSN DBD, lavasidasi dan penyuluhan saja,” pungkasnya.
(Bam/d)
loading…
loading…
radarsukabumi: Dinkes Temukan 40 Kasus DBD
